Surah al-Ikhlas memiliki banyak nama. Ada hampir 20 nama. Surah al-Muqasqisah, surah an-Najaah, al-Jamaal, al-Amaan, an-Nisbah dan lain-lain. Surah ini merupakan wahyu yang ke-19.
السلام ىليكم و رهمة الله و بركاته
Sitizein - Al Qur-an »
Pada wahyu-wahyu pertama, tidak disebut kata الله tapi memakai kata رب yang berarti Tuhan. Misalnya dalam surah al-Alaq 1-5, surah al-Mudatsir 1-7, dan seterusnya. Ini menjadi tanda tanya, mengapa pada wahyu pertama tidak disebut nama الله?
Jawabnya sederhana, yakni karena kaum musyrik (penyekutu Tuhan) juga percaya الله . Akan tetapi kepercayaan mereka tentang الله berbeda dengan orang Islam. Orang Islam misalnya percaya bahwa الله Maha Esa, Maha Suci, tidak memiliki anak dan tidak ada yang sama dengannya.
Karena ayat-ayat pertama turun hanya memakai lafal “رب", maka orang-orang Yahudi bertanya,“Hai Muhammad, Kau selalu menyebut ‘رب', selalu menyebut nama ‘Tuhan’. Seperti apa sebetulnya Tuhan yang Kau maksud? Terbuat dari emaskah? Terbuat dari kayukah atau terbuat dari perak? Bagaimana Sifatnya?”
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah dan menyampaikan wahyu surah al-Ikhlas. Demikian sebagaimana disebutkan dalam kitab Tafsir at-Tabari.
Kata “Ikhlas” di dalam Tafsir al-Mishbahdimaknai dengan suatu upaya menyingkirkan segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan Tuhan sehingga yang tersisa hanya gambaran tentang Tuhan. Misalnya anggapan manusia pada waktu itu yang menganggap Tuhan lebih dari satu, bahwa Tuhan memiliki anak dan lain sebagainya.
Surah Al-Ikhlas bila diterjemahkan seperti di bawah ini:
Katakanlah: “Dia-lah الله, Yang Maha Esa. الله adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.
الله adalah zat yang Maha Esa. Kata Esa merupakan terjemahan dari kata ahad. Di dalam bahasa Arab, ada kata احد, ada kata و وهد. Keduanya bermakna satu. Apa bedanya? Ahaddalam zatnya, dalam sifatnya dan dalam perbuatannya. Misalnya jam tangan yang dipakai seseorang ada satu. Jam tangan tersebut satu namun terdiri atas beberapa unsur. Jam tangan membutuhkan jarum dan beberapa bahan. Satu yang terdiri atas beberapa unsur seabagaimana contoh jam tangan menggunakan kata wahid. Sedangkan Tuhan yang Maha Esa tidak membutuhkan unsur yang lain untuk keesaannya. Inilah yang disebut dengan ahad.
Khasiat Membaca Al Ikhlas
- Pertama, orang yang membaca Surah al-Ikhlas lima puluh kali, ia akan mendapatkan panggilan masuk surga di hari kiamat. Jabir bin Abdullah meriwayatkan bahwa Kanjeng Nabi Muhammad bersabda,
"Siapa yang membaca Surah al-ikhlas setiap hari 50 kali, maka pada hari kiamat, ia akan dipanggil dari kuburnya ‘Bangkitlah, wahai orang yang memuji Allah, dan masuklah ke dalam surga!” (HR. Thabrani).
Tafsir Al-Mishbah Karya M. Quraish Shihab
Al Jaami’ liahkamil Qur’an karya Imam al-Qurtubhy
Jami’ al-Bayan ’an ta’wil al-Qur’ankarya Imam Al-Tabari
Tafsir Ruhul Bayan karya Al-Alamah Ismail Haqqy.